Restoran Chicago

_48V2344_resize_.jpg

Chicago adalah kota yang telah mempelopori banyak “pengalaman pertama”. Ini termasuk planetarium pertama di Dunia Barat, reaksi atom pertama, sistem kereta api yang ditinggikan pertama dan pesawat komersial.  Artikel ini dipersembahkan oleh kebaya diva tempatnya kalian untuk mencari model baju kebaya modern yang sangat rekomendasi dengan baju kebaya yang berkualitas.

Kejadian dan fakta ini telah memainkan peran dalam membentuk Chicago menjadi kota di mana tradisi dan perusahaan berdampingan dengan gagasan inovatif. Chicago dan sekitarnya adalah rumah bagi lebih dari 10 juta orang.

Juga dikenal sebagai Windy City, Chicago memiliki gaya khas tersendiri dan juga merupakan kota yang serba cepat. Chicago dapat digambarkan sebagai kota restoran dalam arti faktual dari istilah tersebut, karena pengunjung di sini memiliki kesempatan untuk mencicipi masakan dari seluruh penjuru dunia.

Kota ini merupakan rumah bagi berbagai tempat makan yang menyajikan masakan Mediterania, Israel, Italia dan Jepang. Restoran makanan laut khusus, rumah steak, burger sendi atau restoran tema, semuanya tersedia di Chicago.

Chicago terkenal dengan rantai restoran sudutnya seperti Pizzeria Uno dan Georgetti. Pengunjung di kota juga bisa mencicipi olahan koki terkenal dunia di tempat makan seperti Blackbird Black Loop. Everest, terletak di lantai 40 Chicago Stock Exchange adalah restoran unik lainnya.

Pengalaman bersantap di kota ini menawarkan beberapa restoran dengan harga sedang. Chicago memiliki reputasi untuk meluncurkan restoran bergaya dan asli. Tren ini telah membantu memperluas pilihan untuk restoran selain memberikan harga yang wajar.

Seiring dengan sendi makan ini, Chicago juga merupakan rumah bagi banyak restoran selebriti. Ini termasuk restoran milik orang terkenal seperti Michael Jordan, Oprah Winfrey, Bruce Willis dan Arnold Schwarzenneger.

Pengunjung ke Chicago memiliki kesempatan untuk memanjakan selera mereka dan seringkali, ini adalah masalah “yang mana yang saya lewatkan”. Percobaan dan kesalahan tidak pernah merupakan cara yang baik untuk mengenal budaya makan di kota manapun.

Penting untuk membaca ulasan yang muncul di media cetak lokal atau di Internet. Beberapa ulasan ini memberi gambaran yang cukup bagus ke menu-menu pilihan berbagai restoran dan perkiraan harga.

Sebuah restoran di Chicago, ‘Rickshaw Republic’, merupakan tempat makan yang menjual masakan Indonesia dan dikelola Oscar Setiawan dan keluarga sejak tahun 2013.

‘Rijsttafel’ yang berisi aneka ragam makanan khas Indonesia, menjadi menu favorit di restoran tersebut. Oscar mengatakan, selain Risjttafel masih banyak menu Indonesia lainnya.

“Kebanyakan yang kita feature itu adalah resep-resep mama saya yang adalah orang Palembang dan juga besarnya di Jakarta,” kata Oscar.

Ia menambahkan, sebelum membuka ‘Rickshaw Republic’, dirinya harus meyakinkan orangtuanya yang sebelumnya memiliki restoran Indonesia di Boston.

restoran tersebut mengusung konsep fine casual yang mencoba memadukan kekayaan budaya dan kuliner Indonesia.

“Kita tetapkan business plan kita, dan menyebutnya sebagai theme restaurant, di mana orang datang ke sini, mereka tahu bahwa ini bukan cuma restoran yang menyediakan makanan, tetapi restoran yang menampilkan kekayaan Indonesia kepada pelanggan dan tamu kami, jadi mereka bisa merasakan Indonesia di Chicago,” tutur Oscar.

Dekorasi restoran tersebut juga menggunakan ikon-ikon Indonesia yang menimbulkan rasa penasaran pengunjung tentang Tanah Air. Hal itu selaras dengan pangsa pasarnya, yakni foodie lokal yang mau mencoba sesuatu yang baru dan unik.

Salah seorang pengunjung restoran ini, William Debbrn, mengaku suka dengan makanan yang disajikan karena tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Selain itu, restoran tersebut juga membidik warga Amerika yang pernah mengenal Indonesia secara budaya ataupun kuliner. Patricia Kendall, yang pernah menetap di Jakarta pada akhir tahun 90-an, mengaku senang ketika restoran ini dibuka di Chicago.

“Selama ini tidak pernah ada restoran Indonesia di Chicago dan saya senang sekali dengan rendang dan nasi goreng, enak sekali,” ujarnya.

Walaupun agak disesuaikan dengan selera lokal, makanan yang disajikan di ‘Rickshaw Republic’ selalu dibuat tanpa memakai bumbu instan untuk mempertahankan otensitasnya.

“Ada beberapa orang yang bilang bahwa kita adalah duta lokal untuk Indonesia, dalam hal memperkenalkan makanan dan budaya Indonesia,” ujar Oscar.

‘Rickshaw Republic’ tampaknya sukses mengusung konsep ini, hingga permintaan pelanggan pun datang untuk membuka cabang di daerah pinggiran kota Chicago.