— Posted in Pendidikan

Jenis, Prinsip, Hingga Cara Membuat Animasi Lengkap

Seni video selalu berkembang seiring perkembangan teknologi. Salah satunya adalah animasi. Kamu pasti masih ingat kan, zaman dulu video atau film animasi masih terbatas dalam format 2D?

Saat ini, sudah banyak animasi yang berbentuk 3D, 4D, bahkan 5D.

Nah, kamu yang tertarik untuk jadi animator, perlu banget baca artikel ini sampai habis. Kami akan bagi informasi mengenai tips dan cara membuat animasi.

Prinsip-Prinsip dalam Animasi

Sebelum belajar membuat animasi, kamu harus tahu dulu prinsip-prinsip apa saja yang ada dalam animasi. Ini dia poin-poinnya:

  1.    Squash and stretch

Poin pertama ini adalah tentang fleksibilitas. Artinya, sebuah animasi harus memiliki kesan lentur dalam geraknya. Benda atau subjek yang bergerak di dalam animasi harus tampak alami, tidak kaku.

  1.       Slow In dan Slow Out

Sebuah gerak yang alami tidak stagnan. Maksudnya, sebuah objek bisa tiba-tiba bergerak cepat, dan sebaliknya bisa tiba-tiba melambat. Ini prinsip kedua yang harus kamu ingat dalam pembuatan animasi.

  1.    Solid Drawing

Prinsip ketiga ini adalah tentang gambar. Kamu harus memikirkan berbagai perspektif dari apa yang kamu gambar. Apakah orang yang kamu gambar dari depan masih tampak seperti orang yang sama jika dilihat dari samping? Jangan sampai justru tampak berbeda dan tidak rapi.

Baca Juga: 8 Film Animasi Terbaik Disney dari Tahun ke Tahun

  1.    Anticipation

Coba perhatikan orang atau benda yang akan bergerak di dalam kehidupan nyata. Semuanya pasti punya ancang-ancang. Dalam animasi, ancang-ancang atau antisipasi membuat gambar gerakmu menjadi natural, tidak melompat-lompat.

  1.    Staging

Prinsip ini berhubungan dengan perhitungan komposisi. Maksudnya, kamu harus memikirkan apa saja yang akan berada di dalam sebuah adegan. Siapa saja tokohnya? Apa saja benda yang muncul di sana? Jangan sampai frame sumpek karena kamu meletakkan terlalu banyak objek di dalamnya.

  1.       Straight Ahead Action dan Pose to Pose

Straight ahead action adalah kesinambungan gerak suatu objek. Sementara, pose to pose adalah perubahan pose-pose karakter atau objek ketika berada dalam adegan. Ini penting agar adeganmu tidak diam terlalu lama.

  1.       Follow Through dan Overlapping Action

Prinsip ketujuh ini menekankan pada gerak susulan setelah sebuah objek baru saja menuntaskan gerak yang pertama. Yang perlu diperhatikan di sini adalah nuansa geraknya dan kealamian gerak lanjutan.

  1.    Arcs

Coba perhatikan bagaimana gerak di kehidupan nyata. Kamu pasti bisa menemukan bahwa gerak yang alami adalah gerak yang luwes, tidak kaku. Itulah inti rinsip ini. Kamu harus bisa membuat gerak tidak terkesan lurus semata.

  1.       Secondary Action

Gerakan tambahan yang minor penting untuk memberi kesan alami pada gerak sebuah objek. Misalnya, ketika kamu membuat gerakan seseorang berjalan. Jangan hanya fokus dengan langkah kakinya saja. Perhatikan juga bagaimana tangannya bergerak atau bentuk punggungnya yang tegap atau bungkuk.

Baca Juga: 10 Film Animasi yang Gak Ngebosenin Buat Ditonton Ulang

  1.   Timing

Ini adalah prinsip yang penting. Penempatan waktu yang salah akan membuat animasimu tidak harmonis. Perhatikan hitungan waktu gerak sampai ke detail terkecil.

  1.   Exaggeration

Meski banyak prinsip gerak animasi yang mengacu pada alaminya gerak di dunia nyata, kamu juga harus ingat bahwa animasi bisa bersifat melebih-lebihkan. Ini bertujuan agar gerak yang terjadi enak dinikmati dan tak membosankan.

  1.   Appeal

Prinsip ini menekankan soal tampilan karakter atau objek animasi. Kamu harus membuat tampilan yang berkesan dan sulit dilupakan. Itulah kenapa kreativitasmu harus maksimal.

Cara Membuat Animasi

Setelah tahu prinsip-prinsipnya, kamu tinggal mengikuti cara-cara di bawah ini untuk membuat animasi:

  1. Tentukan, kamu mau buat animasi 2D, 3D, motion graphics, atau stop motion
  2. Tentukan media apa yang akan kamu gunakan. Kamu ingin menggambar manual dulu atau langsung dikerjakan di software digital?
  3. Tulis naskah cerita
  4. Desain karakter dengan tampilan yang unik
  5. Buat setting untuk mengatur staging animasimu
  6. Ciptakan storyboard yang terstruktur
  7. Mulailah mendesain adegan dari satu frame ke frame berikutnya
  8. Pertegas objek dan karakter dengan outline
  9. Warnai gambar objek dan karakter
  10. Susunlah adegan-adegan sesuai frame
  11. Jika memerlukan dialog, siapkan dubbing. Atur juga lip sync karakter yang bicara di videomu
  12. Masukkan efek visual dan efek suara sesuai kebutuhan
  13. Render videomu

Go on, Add your Voice!

Your email address will not be published. Required fields are marked *